Tampilkan postingan dengan label TIPS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TIPS. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Mei 2020

TIPS MENGHILANGKAN JERAWAT YANG ALAMI DAN MURAH MERIAH


Timbulnya jerawat di wajah sering kali menganggu penampilan serta menghilangkan kepercayaan diri. Namun tak jarang, produk perawatan yang ditawarkan di pasaran tak mampu menghentikan timbulnya jerawat.

Berikut tips menghilangkan jerawat yang alami dan murah meriah. Simak caranya dalam enam langkah yang dikutip dari Carefair.com berikut ini. 

Tidur yang cukup dan Olahraga
Stres yang Anda alami setiap hari dan tidur terlalu malam akan memicu ketidakseimbangan hormon dan berakhir pada timbulnya jerawat.  tidur yang cukup dan Olahraga akan membantu tubuh menstabilkan kembali hormon-hormon Anda.

Perbanyak makan bawang putih
Bawang putih dapat menghancurkan bakteri merugikan di pori-pori kulit. Selain itu bawang putih juga berfungsi meningkatkan sistem kekebalan tubuh, temasuk kulit. Sehingga timbulnya jerawat pun dapat dicegah.

Sinari kulit dengan matahari pagi
Kulit memerlukan sinar matahari supaya terjaga kesehatannya sehingga sel-selnya dapat aktif secara sempurna. Biarkan kulit terkena sinar matahari pagi paling tidak 15 menit setiap harinya.

Cuci muka dengan air hangat
Jerawat bisa timbul karena kotoran yang mengendap di pori-pori. Air hangat akan membuat pori-pori terbuka untuk sementara, sehingga sabun khusus wajah Anda bisa membersihkan kulit secara maksimal. Setelah bersih, basuh kembali wajah Anda dengan air biasa, agar pori-pori kembali menutup.

Bersihkan tubuh dari racun
Makanan yang kurang bersih dan polusi yang kita alami setiap hari dapat menjadi racun dan merangsang timbulnya jerawat di kulit. Cara membuang racun (detoksifikasi) yang alami adalah dengan meminum air putih yang cukup setiap hari. Racun-racun yang mengendap di dalam tubuh akan keluar bersama kotoran dan keringat, sehingga jerawat pun tak timbul.

Kamis, 31 Juli 2014

TIPS CARA MENGETAHUI JUMLAH TAGIHAN LISTRIK, PLN DAN TELEPON



Oleh godam64

Kita bisa melakukan banyak hal dengan bantuan koneksi internet yang salah satunya adalah untuk mencari tahu berapa jumlah tagihan telpon, telkom, dan listrik PLN yang harus kita bayar bulan berjalan dan bulan-bulan sebelumnya. Cukup dengan komputer atau laptop dan koneksi internet kabel maupun nirkabel kita bisa mengetahui tagihan kita secara gratis, mudah dan cepat.

Untuk tahu seberapa besar tagihan kita setelah bisa tersambung ke internet adalah dengan mengunjungi alamat website / situs web resmi PLN dan telkom. Kemudian siapkan data-data yang yang akan ditanyakan pada saat mengisi formulir seperti id atau nomor pelanggan, nomor telepon, bulan tagihan, dan lain sebagainya. Setelah kita mengisi formulir dengan benar maka tagihan listrik dan telepon kita akan muncul.

Alamat Situs Web Informasi Tagihan Listrik (PLN) :
http://www.pln.co.id/pro00/rekening.html

Alamat Situs Web Informasi Tagihan Telepon Telkom :
http://infobill.telkom.co.id/

Setelah mengecek dan mendapatkan informasi besaran tagihan yang harus dibayar, maka selanjutnya kita bisa melakukan pembayaran di tempat-tempat yang telah ditentukan atau melakukan cek kembali pada meteran atau catatan penggunaan kita untuk melihat apakah tagihan yang dilayangkan kepada kita sudah benar apa adanya sesuai dengan apa yang telah kita gunakan. Selamat mencoba.

Tambahan :

  1. Hemat Listrik Hemat Biaya
  2. Gunakan listrik dan pulsa telepon seperlunya
  3. Hemat Pangkal Kaya
  4. Boros pangkal miskin

Selasa, 29 Juli 2014

TIPS AGAR ANAK MENCINTAI AL-QUR'AN



 http://rumahkeluarga-indonesia.com/wp-content/uploads/2013/04/baca-quran.jpg

Mengajarkan Al-Qur’an kepada anak adalah hal yang paling penting dalam Islam. Dengan demikian itu, anak akan senantiasa dalam fitrahnya dan di dalam hatinya bersemayam cahaya-cahaya hikmah sebelum hawa nafsu dan maksiat mengeruhkan hati dan menyesatkannya dari jalan yang benar.


Para sahabat nabi benar-benar mengetahui pentingnya menghafal Al-Qur’an dan pengaruhnya yang nyata dalam diri anak. Mereka berusaha semaksimal mungkin untuk mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anaknya sebagai pelaksanaan atas saranan yang diberikan Rosululloh shollalloohu ‘alaihi wa sallam, dalam hadits yang diriwayatkan dari Mush’ab bin Sa’ad bin Abi Waqqosh, “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari).

Sebelum kita memberi tugas kepada anak-anak kita untuk menghafal Al-Qur’an, maka terlebih dahulu kita harus menanamkan rasa cinta terhadap Al-Qur’an. Sebab, menghafal Al-Qur’an tanpa disertai rasa cinta tidak akan memberi faedah dan manfaat. Bahkan, mungkin jika kita memaksa anak untuk menghafal Al-Qur’an tanpa menanamkan rasa cinta terlebih dahulu, justeru akan memberi kesan negatif bagi anak. Sedangkan mencintai Al-Qur’an disertai menghafal akan dapat menumbuhkan perilaku, akhlak, dan sifat mulia.


 http://ummatanwasatan.net/wp-content/baca-quran.jpg

Menanamkan rasa cinta anak terhadap Al-Qur’an pertama kali harus dilakukan di dalam keluarga, Yaitu dengan cara keteladanan. Kerana itu, jika kita menginginkan anak mencintai Al-Qur’an, maka jadikanlah keluarga kita sebagai suri teladan yang baik dengan cara berinteraksi secara baik dengan Al-Qur’an.


Hal tersebut boleh dilakukan dengan cara memuliakan kesucian Al-Qur’an, misalnya memilih tempat paling mulia dan paling tinggi untuk meletakkan mushaf Al-Qur’an, tidak meletak barang apapun di atasnya dan tidak meletakkannya di tempat yang tidak sepatutnya, bahkan membawanya dengan penuh kehormatan dan rasa cinta, sehingga hal tersebut akan merasuk ke dalam alam bawah sedarnya bahawa mushaf Al-Qur’an adalah sesuatu yang agung, suci, mulia, dan harus dihormati, dicintai, dan disucikan.


Sering memperdengarkan Al-Qur’an di rumah dengan suara merdu dan syahdu, tidak memperdengarkan dengan suara keras agar tidak mengganggu pendengarannya.


Memperlihatkan pada anak kecintaan kita pada Al-Qur’an, misalnya dengan cara rutin membacanya.


Berikut Tips Agar Anak Anda mencintai Al Qur’an :


Bercerita kepada anak dengan kisah-kisah yang diambil dari Al-Qur’an.

Mempersiapkan cerita untuk anak yang bisa menjadikannya mencintai Alloh Ta’ala dan Al-Qur’an Al-Karim, akan lebih bagus jika kisah-kisah itu diambil dari Al-Qur’an secara langsung, seperti kisah tentang tentara gajah yang menghancurkan Ka’bah, kisah perjalanan nabi Musa dan nabi Khidir, kisah Qarun, kisah nabi Sulaiman bersama ratu Bilqis dan burung Hud-hud, kisah tentang Ashabul Kahfi, dan lain-lain.


Sebelum kita mulai bercerita kita katakan pada anak, “Mari Sayangku, bersama-sama kita dengarkan salah satu kisah Al-Qur’an.”


Sehingga rasa cinta anak terhadap cerita-cerita itu dengan sendirinya akan terikat dengan rasa cintanya pada Al-Qur’an. Namun, dalam menyampaikan cerita pada anak harus diperhatikan pemilihan waktu yang tepat, pemilihan bahasa yang sesuai, dan kalimat yang terkesan, sehingga ia akan memberi pengaruh yang kuat pada jiwa dan akal anak.


Sabar dalam menghadapi anak.

Misalnya ketika anak belum bersedia menghafal pada usia ini, maka kita harus menangguhkannya sampai anak benar-benar bersedia. Namun kita harus selalu memperdengarkan bacaan Al-Qur’an kepadanya.


Menggunakan cara pemberian penghargaan untuk memotivasi anak.

Misalnya jika anak telah menyelesaikan satu surah kita ajak ia untuk jalan-jalan/rekreasi, atau dengan menggunakan lembaran prestasi/piagam penghargaan, sehingga anak akan semakin terdorong untuk mengahafal Al-Qur’an.


Menggunakan kata-kata semangat untuk mengarahkan anak mencintai Al-Qur’an.

Misalnya :

  1. Saya mencintai Al-Qur’an.
  2. Al-Qur’an Kalamulloh.
  3. Alloh Ta’ala mencintai anak yang cinta Al-Qur’an.
  4. Saya suka menghafal Al-Qur’an.

Atau sebelum menyuruh anak memulai menghafal Al-Quran, kita katakan kepada mereka, “Al-Qur’an adalah kitab Alloh Ta’ala yang mulia, orang yang mau menjaganya, maka Alloh Ta’ala akan menjaga orang itu. Orang yang mau berpegang teguh kepadanya, maka akan mendapat pertolongan dari Alloh Ta’ala. Kitab ini akan menjadikan hati seseorang baik dan berperilaku mulia.”


Menggunakan sarana menghafal yang inovatif.

Hal ini disesuaikan dengan keperibadian dan kecenderungan si anak (cara belajarnya), misalnya : Bagi anak yang dapat memberi tumpuan dengan baik melalui pendengarannya, dapat menggunakan media penghafalan seperti kaset, atau program penghafal Al-Qur’an digital, agar anak boleh mempergunakannya bila-bila saja, serta sering memperdengarkan kepadanya bacaan Al-Qur’an dengan lantunan yang merdu dan indah.


Bagi anak yang peka terhadap sentuhan, memberikannya Al-Qur’an yang cantik dan terlihat indah saat di bawanya, sehingga ia akan suka membacanya, kerana ia ditulis dalam lembaran-lembaran yang indah dan rapi.


Bagi anak yang dapat dimasuki melalui kaedah visual, maka boleh mengajarkannya melalui video, komputer, layar projektor, melalui papan tulis, dan lain-lain yang menarik perhatiannya.


Memilih waktu yang tepat untuk menghafal Al-Qur’an.

Hal ini sangat penting, kerana kita tidak boleh menganggap anak seperti alat yang dapat dimainkan pada bila-bila masa saja, serta melupakan keperluan anak itu sendiri. Kerana ketika kita terlalu memaksa anak dan sering menekannya dapat menimbulkan kebencian di hati anak, disebabkan dia menanggung kesulitan yang lebih besar. Oleh kerana itu, jika kita ingin menanamkan rasa cinta terhadap Al-Qur’an di hati anak, maka kita harus memilih waktu yang tepat untuk menghafal dan berinteraksi dengan Al-Qur’an.

  
Adapun waktu yang dimaksud bukan saat seperti di bawah ini :

  1. Setelah lama bermain, dan baru tidur sebentar,
  2. Setelah melakukan aktiviti fizikal yang memenatkan,
  3. Setelah makan dan kenyang,
  4. Waktu yang direncanakan anak untuk bermain,
  5. Ketika anak dalam keadaan psikologi yang kurang baik,
  6. Ketika terjadi hubungan tidak harmoni antara orangtua dan anak, supaya anak tidak membenci Al-Qur’an disebabkan perselisihan dengan orangtuanya.

Kemudian hal terakhir yang tidak kalah penting agar anak mencintai Al-Qur’an adalah dengan membuat anak-anak kita mencintai kita, kerana ketika kita mencintai Al-Qur’an, maka anak-anak pun akan mencintai Al-Qur’an, kerana mereka mengikuti orang yang dicintai.


Adapun beberapa cara agar anak-anak kita semakin mencintai kita antara lain:

  1. Senantiasa bergantung kepada Alloh Ta’ala, selalu berdo’a kepada Alloh Ta’ala untuk kebaikan anak-anak. Dengan demikian Alloh Ta’ala akan memberikan taufikNya dan akan menyatukan hati kita dan anak-anak. 
  2. Bergaul dengan anak-anak sesuai dengan peringkat umurnya, yaitu sesuai dengan kaedah, “Perlakukan manusia menurut kadar akalnya.” Sehingga kita akan dengan mudah menembus hati anak-anak. 
  3. Dalam memberi pengarahan dan nasihat, hendaknya diterapkan kaedah yang pelbagai supaya anak tidak merasa jemu saat diberi pendidikan dan pengajaran. 
  4. Memberikan denda kepada anak dengan cara tidak memberikan hadiah atau menundanya sampai waktu yang ditentukan adalah lebih baik daripada memberikan denda berupa sesuatu yang merendahkan diri anak. Tujuannya tidak lain supaya anak menghormati dirinya sendiri sehingga dengan mudah ia akan menghormati kita. 
  5. Memahami kemahiran dan hobi yang dimiliki anak-anak, supaya kita dapat memasukkan sesuatu pada anak dengan cara yang tepat. 
  6. Berusaha dengan sepenuh hati untuk bersahabat dengan anak-anak, selanjutnya memperlakukan mereka dengan bertolak pada dasar pendidikan, bukan dengan bertolak pada dasar bahawa kita lebih utama dari anak-anak, mengingat kita sudah memberi makan, minum, dan menyediakan tempat tinggal. Hal ini secara automatik akan membuat mereka taat tanpa pernah membantah. 
  7. Menguruskan hal-hal yang dapat menghalangi kebahagiaan dan ketenangan hubungan kita dengan anak-anak. 
  8. Mengungkapkan rasa cinta kepada anak, baik dengan lisan maupun perbuatan.

Itulah beberapa point cara untuk menumbuhkan rasa cinta anak kepada Al-Qur’an. Semoga kegiatan menghafal Al-Qur’an menjadi hal yang menyenangkan bagi anak-anak, sehingga kita akan mendapat hasil sesuai yang kita harapkan.


Diringkas dari Agar Anak Mencintai Al-Qur’an, Dr. Sa’ad Riyadh

TIPS MENANAMKAN CINTA PADA ALLOH & ROSULNYA



http://static.republika.co.id/uploads/images/detailnews/mencintai-allah-ilustrasi-_120430055434-789.jpg

Keimanan tidak akan menjadi kuat tanpa adanya rasa cinta (mahabbah). Rasa cinta itu dapat ditimbulkan dengan suatu pembiasaan yaitu dengan mengubah lingkungan sekitar, sehingga senantiasa mengingatkan kita kepada orang yang kita cintai. Tanpa sadar seluruh diri kita akan terbiasa dekat dengan lingkungan yang senantiasa berada di sekitar kita dan timbul rasa cinta yang begitu kuat tertanam sangat dalam. 

Berikut adalah langkah untuk menumbuhkan rasa cinta kepada Alloh dan Rosululloh Shollalloohu ‘Alaihi Wa Sallam pada diri Anak:

Rasa Cinta Kepada Alloh
"Katakanlah, jika engkau (benar-benar) mencintai Alloh, ikutilah aku, niscaya Alloh mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Alloh Maha Pengampun lahi Maha Penyayang". (QS. Ali Imran: 31)

Ibnu Taimiyah berkata: "Sungguh kasihan para penduduk dunia, keluar dari dunia dan belum merasakan sesuatu yang paling nikmat dari Nya". Ada yang bertanya, "Apa yang paling nikmat dari Nya?". Dia menjawab: "Cinta Alloh Subhaanahu Wa Ta’ala".

Rasa cinta kepada Alloh (mahabbatulloh) adalah rasa cinta paling tinggi yang dapat diwujudkan seorang hamba kepada Tuhannya. Mencintai Alloh menjadi bentuk syukur yang paling indah dari seorang makhluk kepada penciptanya. Anak-anak pun sedari dini dapat diajarkan untuk mengenal Alloh Subhaanahu Wa Ta’ala

Setelah mengenal dirinya dan mengenal Alloh Subhaanahu Wa Ta’ala dengan baik serta terbiasa beribadah semata karena Alloh Subhaanahu Wa Ta’ala, anak dapat dilanjutkan kepada tahap berikutnya. Yakni tahapan untuk belajar mencintai Alloh Subhaanahu Wa Ta’ala.

Berikut beberapa langkah efektif untuk mengajak anak mencintai Alloh Subhaanahu Wa Ta’ala:

Seringlah menyebut asma-Nya.
Kita terbiasa untuk mengucapkan kalimah thayyibah atau kata-kata yang baik dan mengingatkan kepada Alloh Subhaanahu Wa Ta’ala, akan mudah untuk mengajak anak berbicara baik sekaligus ingat kepada Alloh. Hal ini memang tidaklah mudah dilakukan karena pengaruh eksternal yang luar biasa besar. Tapi, kita bisa mengupayakan untuk meminimalisir pengaruh luar dengan banyak memberikan input positif untuk otak anak-anak kita.

Ajari Untuk memahami sifat-sifat Allah
Sifat-sifat Alloh Subhaanahu Wa Ta’ala yang tersurat dalam Asmaul Husna layaknya senantiasa kita ajarkan kepada anak. Baik dalam situasi belajar maupun bermain. Asmaul Husna pun bisa kita selipkan dalam doa sehari-hari dan dilakukan secara bergantian dari 99 sifat yanga ada. Insyaa Alloh, sifat-sifat Alloh Subhaanahu Wa Ta’ala akan tertanam kokoh dalam jiwa anak.

Ajari Bersyukur.
Sewaktu dalam kondisi gembira (otak dalam keadaan alpha) sebutlah bahwa nikmat dan rasa gembira ini datang dari Alloh Subhaanahu Wa Ta’ala. Anak-anak yang kondisi otaknya dominan dalam keadaan alpha adalah saat terbaik untuk mengajari bersyukur kepada Alloh Subhaanahu Wa Ta’ala. Jelilah melihat peristiwa yang bisa kita jadikan momen untuk mengajari anak bersyukur. Walaupun peristiwa tersebut kecil namun jika membekas dalam hati anak, pasti anak akan paham bahwa kita harus bersyukur kepada Alloh Subhaanahu Wa Ta’ala.

Kaitkan semua kebaikan dengan Allah SWT.
Semua kebaikan yang kita terima pada hakikatnya adalah karena Alloh Subhaanahu Wa Ta’ala. Bagaimana cara menyampaikan hal itu kepada anak-anak kita?. Alloh harus senantiasa berada di lisan dan hati seorang ibu. Seorang ibu yang di hatinya selalu mengingat Alloh, dengan tulus merupakan tenaga yang amat kuat untuk menularkannya kepada anak. Anak yang sudah tertulari hal positif dari ibunya akan mudah mengaitkan segala apapun kepada Alloh Subhaanahu Wa Ta’ala.

Lakukan dengan dialogis.
Jangan dikira anak-anak kita tidak bisa diajak berdialog. Semua anak bisa kita ajak diskusi dengan cara yang sesuai dengan usia mereka. Semakin anak diajak diskusi, akan lebih mudah menerapkan sesuatu yang disepakati bersama. Mengajak anak untuk memulai segala sesuatu dengan basmalah misalnya, akan lebih berarti jika mereka sudah memahami dengan benar mengapa mereka harus melakukan seperti itu.

Rasa Cinta Kepada Rosululloh Shollalloohu ‘Alaihi Wa Sallam
"Sesungguhnya telah ada pada diri Rosululloh itu suri teladan yang baik bagi orang yang menghendaki Alloh dan hari akhir". (QS. Al Ahzab: 2)

Inti dari rasa cinta kepada Rosululloh Shollalloohu ‘Alaihi Wa Sallam adalah menjadikannya lebih kita cintai dari pada diri, harta dan anak-anak kita sendiri. Mencintai Rosululloh Shollalloohu ‘Alaihi Wa Sallam merupakan salah satu pondasi keislaman kita. Bahkan keimanan kepada Alloh Subhaanahu Wa Ta’ala, tidak akan sempurna kecuali dengan mencintainya.

Cinta Rosululloh Shollalloohu ‘Alaihi Wa Sallam sebaiknya juga kita ajari kepada anak sedini mungkin. Semakin dini akan semakin tertanam dalam  diri anak. Banyak cara yang bisa kita tempuh untuk mengajari anak untuk mencintai Rosululloh Shollalloohu ‘Alaihi Wa Sallam berikut diantaranya:

Sering bersholawat Kepadanya.
Sebelum berdosa lantunkan shalawat dengan keras sehingga anak bisa mendengar dan mengikutinya. Pada berbagai acara yang mengumandangkan shalawat, anak bisa kita ajak untuk ikut serta. Di rumah pun sering-seringlah bershalawat, misal saat menidurkan si kecil.

Ceritakan Kisah-kisahnya.
Kisa nabi dan rasul kini bisa kita dapatkan dalam berbagai media, baik itu buku, CD, VCD, atau DVD. Semua kita bisa manfaatkan agar anak bisa lebih mudah memahami kisah-kisah Rosululloh Shollalloohu ‘Alaihi Wa Sallam. Selain itu kita juga menggunakan sarana-sarana yang lain seperti puzzle, permainan anak tangga anak shaleh, atau permainan kartu yang berhubungan dengan kisah nabi. Permainan seperti ini selain menarik juga menjadi alat untuk bermain sambil belajar.

Ceritakan betapa mulia dirinya
Jangan bosan untuk menceritakan betapa mulianya beliau. Imbangi dengan darana yang memadai. Kalau cerita-cerita yang sedang populer sekarang dijadikan bandingan, mengapa tidak? Misalnya saja sambil anak-anak mengagumi kehebatan Naruto, kita juga gambarkan betapa para nabi juga mempunyai kisah yang luar biasa.

Jalankan sunnahnya
Rosululloh Shollalloohu ‘Alaihi Wa Sallam sebagai pribadi yang mulia dan diakui sebagai tokoh yang paling berpengaruh di dunia sepatutnya menjadi panutan keluarga. Ayah hendaknya meniru perilaku dan menjalankan sunnahnya. Ibu juga demikian adanya, sehingga anak tinggal meniru perilaku mulia kedua orang tuanya bukan?

Lakukan secara dialogis
Sekali lagi, pelaksanaan sesuatu akan lebih mantap setalah anak menyepakati dan memahaminya. Tidak ada cara yang lebih baik ketimbang dialog. Jadikan dialog sbagai metode yang paling diperhitungkan.