Sabtu, 05 April 2014

PEROKOK BAHAYAKAN KESEHATAN ANAK

merokok


Perokok diingatkan akan bahaya asap rokok bagi orang di sekitar mereka atau perokok pasif.

Dalam kampanye iklan televisi di Inggris, pemerintah menegaskan bahwa bahaya asap rokok pada anak-anak akibat orang tua merokok di dalam mobil atau rumah sangat besar.

Pejabat Departemen Kesehatan Inggris, Dame Sally Davies, mengatakan banyak orang masih tidak memahami bahaya dari kebiasaan merokok mereka.

Riset menunjukkan anak-anak yang menjadi perokok pasif membutuhkan perawatan medis intensif yang menelan biaya besar.
Sebagian besar perokok pasif anak-anak menderita masalah di saluran pernafasan, gangguan telinga dan banyak penyakit lainnya.

Survey Kesehatan Publik di Inggris menemukan bahwa tiga perempat orang tua perokok terkejut saat mengetahui dampak asap rokok pada anak mereka.

Dame Sally mengatakan, "Sudah umum diketahui bahwa merokok bisa membunuh anda, tetapi banyak perokok masih tidak menyadari bahaya asap rokok pada orang di sekeliling mereka.
"Pesan kami jelas: berhenti merokok adalah jalan terbaik untuk melindungi keluarga anda."

Dr Harpal Kumar, dari Cancer Research UK, menambahkan, "Buktinya jelas. Merokok di dekat anak-anak sangat berbahaya, terutama di rumah dan mobil, sehingga sangat penting jika mereka dilindungi dari bahaya asap rokok."


MENYUSUI, STOP MEROKOK !!!

Tetap merokok saat menyusui  dapat menurunkan kadar hormon prolaktin, yakni hormon yang merangsang kelenjar susu untuk memproduksi ASI sampai 50% sehingga produksi ASI ibu perokok berkurang secara signifikan.

Selain itu, nikotin yang berasal dari rokok dapat masuk ke dalam tubuh bayi lewat ASI maupun lewat udara yang terhirup bayi. Jumlah nikotin tergantung jumlah rokok yang diisap, rentang waktu merokok, dan kapan ibu merokok, misalnya saat menyusui bayi atau tidak. Dampaknya, bayi bisa muntah, diare, kolik dan denyut jantungnya meningkat, selain gangguan pola tidur.

Tindakan penting ibu :
  • Membatasi bahkan berhenti merokok. Bermacam cara untuk dapat berhenti merokok, misalnya menggunakan nicotine patch, makan permen karet, atau menjalani terapi di klinik berhenti merokok. Lebih baik lagi bila kebiasaan merokok Anda stop sejak sebelum hamil.
  • Bila sulit untuk tidak merokok, merokoklah setelah selesai menyusui bayi.  Pilih lokasi yang jauh dari bayi, atau saat bayi tidak sedang bersama Anda. Bayi lebih banyak terpapar nikotin dari udara daripada dari ASI.

STOP ROKOK AGAR BAYI CERDAS

Rokok Anda atau pasangan Anda terus 'ngebul' saat hamil? Perkembangan jaringan saraf dan pendewasaan intelektual anak bisa terganggu.

Penelitian yang digelar oleh Brazelton Neonatal Behavioral Asssessment Scal, AS membuktikan bahwa jika sang ibu menghisap rokok saat mengandung, akan berdampak jangka menengah dan panjang bagi anak nantinya. Anak dengan ibu perokok, menunjukkan perilaku yang berbeda saat dievaluasi oleh badan peneliti tersebut. Bayi kurang responsif saat dirangsang dengan suara.

Penelitian lanjutan menyatakan senada. Anak umur sekitar tujuh dan sebelas tahun dari ibu perokok cenderung mengalami perlambatan pertumbuhan. Perkembangan intelektual juga terlihat lamban saat diajak membaca dan belajar matematika.

Memang tidak mudah untuk berhenti merokok bagi para pecandu khususnya ibu hamil. Bagi yang beruntung, akan berhenti total saat dirinya mulai mengandung. Bagi mereka, alasan ketidaksehatan bayi akibat rokok lebih menakutkan ketimbang momok penyakit kanker, serangan jantung atau paru-paru bagi diri mereka.

Jika ibu perokok menghentikan kebiasaan buruknya, studi tersebut menyebut hal menggembirakan. Dalam 48 jam setelah berhenti merokok, darahnya membawa 8 persen oksigen lebih banyak ke janin.

Selepas melahirkan, jika kebiasaan menghisap rokok kambuh, kandungan nikotin dalam rokok akan menurunkan tingkat produksi ASI. Sementara, jika bukan pencandu tapi sebagai perokok pasif karena suami perokok, kandungan nikotin di metabolisme darah bayi akan tinggi. Bagaimana, masih bandel merokok?

ASAP ROKOK ANCAM BAYI DAN ASI

Sekalipun tak merokok, paparan asap rokok dari orang lain terhadap ibu menyusui atau bayinya tetap bisa merusak kesehatan.

Perokok Pasif Beresiko. Akibat paparan asap rokok seseorang terhadap kesehatan orang lain sampai sekarang masih sering disepelekan. Selama ini, orang hanya melarang seorang wanita yang perokok karena dapat membahayakan janin maupun bayinya yang sudah lahir. Padahal, bukan hanya si ibu yang sedang menyusui saja yang perlu menghentikan merokok. Ayah maupun orang di sekitar ibu dan bayinya, juga harus menghentikan kegiatan merokok itu. 


Apa pasalnya? Kalau seseorang merokok, itu berarti dia hanya mengisap asap rokoknya sekitar 15 persen saja, sementara yang 85 persen lainnya dilepaskan untuk diisap para perokok pasif. Tak adil, bukan?

WHO, badan kesehatan dunia, bahkan memperkirakan hampir sekitar 700 juta anak atau sekitar setengah dari seluruh anak di dunia ini, termasuk bayi yang masih menyusu pada ibunya, terpaksa mengisap udara yang terpolusi asap rokok. Ironisnya, hal itu justru terjadi lebih banyak di dalam rumah mereka sendiri.

Nikotin masuk ke bayi. Nikotin yang ada dalam rokok terserap dengan cepat dari saluran pernapasan ke aliran pembuluh darah ibu dan langsung ditransfer ke ASI dengan cara difusi. Jika ada orang luar yang merokok di dekat bayi, maka selain nikotin terserap dari ASI ibu yang terpapar asap rokok, juga diserap langsung melalui pernapasan (udara) si kecil. Nah, nikotin pun (bersama dengan ribuan bahan beracun asap rokok lainnya) masuk ke saluran pernapasan bayi. Nikotin yang terhirup melalui saluran pernapasan dan masuk ke tubuh melalui ASI ibunya akan berakumulasi di tubuh bayi dan membahayakan kesehatan bayi. 

Bukan hanya itu. Nikotin ternyata juga dapat mengubah rasa ASI, dan membahayakan kesehatan bayi. Biasanya, bayi akan rewel dan menolak menyusu jika ibunya baru merokok atau menghirup asap rokok. Akibat gangguan asap rokok pada bayi antara lain: muntah, diare, kolik, denyut jantung meningkat, dan lain-lain.

Penelitian membuktikan:
  • Penelitian di Santiago, Chili, menunjukkan bahwa asap rokok yang terhirup oleh ibu menyusui dapat menghambat produksi ASI. Dalam waktu tiga bulan, terlihat berat badan bayi dari ibu yang perokok atau menghirup asap rokok, juga tidak menunjukkan pertumbuhan yang optimal.
  • Asap rokok yang terpaksa diisap perokok pasif, ternyata mempunyai kandungan bahan kimia yang lebih tinggi dibandingkan dengan asap rokok yang diisap oleh si perokok. Hal ini karena ketika rokok sedang diisap, tembakau terbakar pada temperatur lebih rendah. Kondisi ini membuat pembakaran menjadi kurang lengkap dan mengeluarkan banyak bahan kimia.
  • Asap rokok itu sendiri mengandung sekitar 3.000-an bahan kimia beracun, 43 di antaranya jelas-jelas bersifat karsinogen (penyebab kanker). Tak heran jika pengaruh asap rokok pada perokok pasif itu tiga kali lebih buruk daripada debu batu bara.
  • Berbagai penelitian membuktikan asap rokok yang ditebarkan orang lain, imbasnya bisa menyebabkan berbagai penyakit, bukan saja pada orang dewasa, tapi terutama pada bayi dan anak-anak. Mulai dari aneka gangguan pernapasan pada bayi, infeksi paru dan telinga, gangguan pertumbuhan, sampai kolik (gangguan pada saluran pencernaan bayi).
Oleh karena itu, jangan ambil risiko. Hindarkan buah hati Anda dan Anda sendiri dari asap rokok, dimana saja Anda berada!

BAHAYA ROKOK BAGI USIA DINI

Semua orang selalu menginginkan kehidupan yang dijalani adalah kehidupan yang sehat yang dicerminkan oleh lingkungan sehat. Oleh karenanya menjaga lingkungan sehat sudah menjadi kewajiban seluruh masyarakat bukan hanya pemerintah. Jika ingin memiliki kehidupan yang sehat kita harus memulainya dengan cara menanamkan pola hidup sehat bagi diri sendiri dulu, keluarga salah satunya anak-anak yang harus ditanamkan sejak dini tentang bahaya merokok, agar di kemudian hari mereka tidak terpengaruh lingkungannya sehingga menjadi perokok.

Akhir-akhir ini kebiasaan merokok aktif pada anak cenderuing meningkat. Bila dulu usia anak berani merokok saat duduk di bangku SMP, sekarang ini dapat dijumpai anak-anak SD kelas 4 sudah mulai banyak yang meroko secara diam-diam. Padahal, konsumsi rokok sejak usia dini dapat menimbulkan kebiasaan merokok yang sulit dihentikan, serta berisiko terhadap kesehatan maupun lingkungan. Selain juga bisa menjadi pintu masuk bagi anak untuk mengkonsumsi narkoba.

Sebagai perokok pasif, anak-anak yang tumbuh dilingkungan yang banyak asap rokok juga memiliki resiko penyakit yang sama, jika terpapar dengan asap rokok untuk jangka waktu yang lama. Laporan The Jakarta Global Youth Tobacco Survey tahun 2000, menunjukan sebanyak 89 persen murid usia 13-15 tahun telah menyedot asap rokok linkungan di tempat umum-umum dan beresiko menderita penyakit bronkitis, pheumonia, serta penyakit telinga tengah.

Penyakit paru kronis pada orang tua dewasa ternyata merupakan akibat paparan asap rokok pada masa anak, rusaknya kesehatan masa anak itu akan diikuti rusaknya kesehatan mereka pada masa dewasa. Hal itu berarti rusaknya produktivitas bagi diri mereka maupun bagi masyarakat, karena itu sejak akhir tahun 60-an di Amerika Serikat dilakukan sejumlah program penghentian merokok di sekolah mulai dari tingkat sekolah dasar.

Jika Amerika sudah melakukan itu sejak lama, mengapa Indonesia belum juga mengeluarkan larangan merokok pada anak. Tingginya jumlah perokok di usia muda dan anak-anak antara lain akibat pengaruh iklan yang dengan gencarnya mempromosikan produk rokok. Berangkat dari iklan itu anak-anak di bawah usia 18 tahun belum dapat membedakan hak-hak mana yang dianggapnya baik.

Ada kecenderungan dari diri anak-anak meniru apa yang disampaikan oleh iklan suatu produk rokok, kondisi itu diperparah oleh kebiasaan merokok oleh orang tuanya. Dengan membantu orang tua mereka yang perokok untuk berhenti merokok, hal itu tidak saja mencegah anak-anak menjadi perokok, tetapi juga membantu bisa mendorong remaja untuk berhenti merokok. 

BAHAYA MEROKOK

Banyak penelitian yang membuktikan kebiasaan merokok meningkatkan resiko timbulnya berbagai penyakit, seperti penyakit jantung dan penyakit ganggguan pembuluh darah, kanker paru-paru, kanker rongga mulut, kanker laring, kanker osefagus, bronkitis, tekanan darah tinggi, impotensi, serta gangguan kehamilan dan cacat pada janin. Pasien-pasien perokok juga beresiko tinggi mengalami komplikasi atau sukarnya penyembuhan luka setelah pembedaan termasuk bedah plastik dan rekontruksi, operasi plastik pembentukan payudara dan operasi yang menyangkut anggota tubuh, bagian bawah.

Pada kenyataannya kebiasaan merokok ini sulit dihilangkan dan jarang diakui orang sebagai suatu kebiasan buruk. Apalagi orang yang merokok untuk mengalihkan diri dari stres dan tekanan emosi, lebih sulit melepaskan diri dari kebiasaan ini dibandingkan perokok yang tidak memiliki latar belakang depresi.

Penelitian yang terbaru juga menunjukan adanya bahaya dari second hand smoke yaitu asap rokok yang terhirup oleh orang-orang yang bukan perokok karena berada disekitar perokok juga bisa disebut perokok pasif. Rokok tidak dapat dipisahkan dari bahan baku pembuatannya yaitu tembakau. Di Indonesia tembakau di tambah cengkeh dan bahan-bahan lain dicampur untuk dibuat bahan rokok kretek. Selain kretek tembakau juga dapat digunakan sebagai rokok linting, rokok putih, cerutu, rokok pipa dan tembakau tanpa asap (tembakau kunyah).

Kandungan dalam asap sebatang rokok yang dihisap? tidak kurang dari 4000 zat kimia beracun. Zat kimia yang dikeluarkan ini terdiri dari komponen gas (85 persen) dan partikel. Nikotin, gas karbonmonoksida, nitrogen oksida, hidrogen sianida, amoniak, akrolein, asetilen, benzaldehid, urethan, benzen, methanol, kumarin, 4 etilkatekol, ortokresol dan perylene adalah sebagaian dari beribu-ribu zat didalam rokok.

Komponen gas asap rokok adalah karbonmonoksida, amoniak, asam hidrosianat, nitrogen oksida dan formaldehid. Partikelnya berupa tar, indol, nikotin, karbarzol, dan kresol. Zat-zat ini beracun, mengiritasi dan menimbulkan kanker (karsinogen).

ZAT-ZAT TERSEBUT DAN BAGAIMANA MEREKA MEMBAHAYAKAN TUBUH

Nikotin Zat yang paling sering dibicarakan dan diteliti orang, meracuni syaraf tubuh, meningkatkan tekanan darah, menimbulkan penyempitan pembuluh darah tepi dan menyebabkan ketagihan dan ketergantungan pada pemakainya. Kadar nikotin 4-6 mg yang diisap oleh orang dewasa setiap hari sudah bisa menimbulkan ketagihan.

Timah hitam (Pb) yang dihasilkan sebatang rokok sebanyak 0,5 ug. Sebungkus rokok (isi 20 batang) yang habis diisap dalam satu hari menghasilkan 10 ug. Sementara ambang batas timah hitam yang masuk ke dalam tubuh adalah 20 ug per hari. Bisa dibayangkan bila seorang perokok berat menghisap rata-rata 2 bungkus roko per hari, berapa banyak zat berbahaya ini masuk kedalam tubuh.

Gas karbonmonoksida (CO) memiliki kecenderungan yang kuat untuk berikatan dengan hemoglobin dalam sel-sel darah merah. Seharusnya hemoglobin ini berikatan dengan oksigen yang sangat penting untuk pernapasan sel-sel tubuh, tapi karena gas CO lebih kuat dari pada oksigen maka gas CO ini merebut tempatnya disisi hemoglobin. Jadilah hemoglobin bergandengan dengan gas CO. Kadar gas CO dalam darah bukan perokok kurang dari 1 persen. Sementara dalam darah perokok mencapai 4-15 persen.

Tar adalah kumpulan dari beribu-ribu bahan kimia dalam komponen padat asap rokok dan bersifat karsinogen. Pada saat rokok dihisap tar masuk ke dalam rongga mulut sebagai uap padat. Setelah dingin akan menjadi padat dan membentuk endapan berwarna coklat pada permukaan gigi, saluran pernafasan dan paru-paru. Pengendapan ini bervariasi antara 3-40mg per batang rokok, sementara kadar tar dalam rokok berkisar 24-45 mg

ANTIBODI MENURUN

Rongga mulut sangat mudah terpapar efek yang merugikan akibat merokok. Terjadinya perubahan dalam rongga mulut sangat masuk akal karena mulut merupakan awal terjadinya penyerapan zat-zat hasil pembakaran rokok. Temperatur rokok pada bibir adalah 30 derajat C, sedangkan ujung rokok yang terbakar bersuhu 900 derajat C.

Asap panas yang berhembus terus menerus ke dalam rongga mulut merupakan rangsangan panas yang menyebabkan perubahan aliran darah dan mengurangi pengeluaran ludah. Akibatnya rongga mulut menjadi kering dan lebih an-aerob sehingga memberikan lingkungan yang sesuai untuk tumbuhnya bakteri an-aerob dalam plak. Dengan sendirinya perokok beresiko besar terinfeksi bakteri penyebab penyakit jaringan pendukung gigi dibandingkan mereka yang tidak merokok.

Pengaruh asap rokok secara langsung adalah iritasi terhadap gusi dan secara tidak langsung melalui produk rokok-rokok seperti nikotin yang sudah masuk melalui aliran darah dan ludah. Jaringan pendukung gigi yang sehat seperti gusi, selaput gigi, semen gigi, dan tulang tempat tertanamnya gigi menjadi rusak karena terganggunya fungsi normal mekanisme pertahanan tubuh terhadap infeksi dan dapat merangsang tubuh untuk menghancurkan jaringan sehat disekitarnya.

Pada perokok terjadi penurunan zat kekebalan tubuh (antibodi) yang terdapat dalam ludah yang berguna untuk menetralisir bakteri dalam rongga mulut dan terjadi gangguan fungsi sel-sel pertahanan tubuh. Sel pertahanan tubuh tidak dapat mendekati dan memakan bakteri-bakteri penyerang tubuh sehingga sel pertahanan tubuhtidak peka lagi terhadap perubahan sekitarnya juga terhadap infeksi.

Nikotin berperan dalam mulai terjadinya penyakit jaringan pendukung gigi karena nikotin dapat diserap oleh jaringan lunak rongga mulut termasuk gusi melalui aliran darah dan perlekatan gusi pada permukaan gigi dan akar. Nikotin dapat ditemukan pada permukaan akar gigi dan hasil metabolisnya adalah kontinin dapat ditemukan pada cairan gusi.

Perlekatan jaringan ikat dan serat-serat kolagen terhambat, sehingga proses penyembuhan dan regenerasi jaringan setelah perawatan terganggu. Tembakau kunyah sering disebut juga tembakau tanapa asap tampaknya telah menjadi tren dan produknya banyak dimanfaatkan oleh kalangan muda, atletik dan wanita usia lanjut di Amerika. Di Indonesia menguyah tembakau telah menjadi kebiasaan sejak dulu. Walaupun tanpa asap kebiasaan mengunyah tembakau ini diduga sebagai penyebab terjadinya bercak putih dan kanker rongga mulut. Kelainan biasanya terjadi di pipi, tempat tembakau tanpa asap ini biasa disisipkan. (bnn.go.id)

AKIBAT DAN BAHAYA ROKOK


Bahaya rokok dan dampak rokok bagi kesehatan memang sudah dicantumkan dalam bungkus rokok yang dijual dipasaran. Disana disebutkan bahaya rokok untuk kesehatan "bisa menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin".

Akan tetapi, walaupun bahaya rokok serta zat rokok yang terkandung didalamnya sudah disebutkan bungkus, masih banyak masyarakat Indonesia yang merokok aktif. Bukan saja Indonesia, bahkan dunia.

Sebenarnya, perang terhadap rokok sudah dilakukan oleh berbagai orang secara individu maupun secara kelembagaan dan organisasi. Tidak salah akhirnya jika pada setiap tanggal 31 Mei seluruh dunia merayakan atau mengkampanyekan World No Tobacco Day, atau di Indonesia kita menyebutnya hari tanpa asap rokok.

Perlu diketahui, bahwa World No Tobacco Day tersebut adalah anggota dari badan kesehatan dunia-WHO. Jadi, bisa dipastikan bahaya merokok memang benar dan bukan main-main.

Nah, sebelum kita bicara tentang bahaya rokok, baiknya kita lihat dulu alasan kenapa rokok itu disebut berbahaya bagi kesehatan. Maksudnya adalah, mari kita lihat zat berbahaya rokok yang akan mengganggu kesehatan dalam setiap isapan rokok.



Zat Berbahaya Dalam Rokok

NIKOTIN
Zat ini mengandung candu bisa menyebabkan seseorang ketagihan untuk trus menghisap rokok
Pengaruh bagi tubuh manusia :
  • menyebabkan kecanduan / ketergantungan
  • merusak jaringan otak
  • menyebabkan darah cepat membeku
  • mengeraskan dinding arteri

TAR 
Bahan dasar pembuatan aspal yang dapat menempel pada paru-paru dan bisa menimbulkan iritasi bahkan kanker
Pengaruh bagi tubuh manusia :
  • membunuh sel dalam saluran darah
  • Meningkatkan produksi lendir diparu-paru
  • Menyebabkan kanker paru-paru

KARBON MONOKSIDA
Gas yang bisa menimbulkan penyakit jantung karena gas ini bisa mengikat oksigen dalam tubuh.
Pengaruh bagi tubuh manusia :
  • mengikat hemoglobin, sehingga tubuh kekurangan oksigen
  • menghalangi transportasi dalam darah

ZAT KARSINOGEN
Pengaruh bagi tubuh manusia :
  • Memicu pertumbuhan sel kanker dalam tubuh

ZAT IRITAN
  • Mengotori saluran udara dan kantung udara dalam paru-paru
  • Menyebabkan batuk
Zat-zat asing berbahaya tersebut adalah zat yang terkandung dalam dalam ASAP ROKOK, dan ada 4000 zat kimia yang terdapat dalam sebatang ROKOK, 40 diantaranya tergolong zat yang berbahaya misalnya : hidrogen sianida (HCN) , arsen, amonia, polonium, dan karbon monoksida (CO).

Bahaya Rokok Dan Merokok

PENYAKIT JANTUNG
Rokok menimbulkan aterosklerosis atau terjadi pengerasan pada pembuluh darah. Kondisi ini merupakan penumpukan zat lemak di arteri, lemak dan plak memblok aliran darah dan membuat penyempitan pembuluh darah. Hal ini menyebabkan penyakit jantung. Jantung harus bekerja lebih keras dan tekanan ekstra dapat menyebabkan angina atau nyeri dada. Jika satu arteri atau lebih menjadi benar-benar terblokir, serangan jantung bisa terjadi.
Semakin banyak rokok yang dihisap dan semakin lama seseorang merokok, semakin besar kesempatannya mengembangkan penyakit jantung atau menderita serangan jantung atau stroke.

PENYAKIT PARU
Risiko terkena pneumonia, emfisema dan bronkitis kronis meningkat karena merokok. Penyakit ini sering disebut sebagai penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).
Penyakit paru-paru ini dapat berlangsung dan bertambah buruk dari waktu ke waktu sampai orang tersebut akhirnya meninggal karena kondisi tersebut. Orang-orang berumur 40 tahun bisa mendapatkan emfisema atau bronkitis, tapi gejala biasanya akan jauh lebih buruk di kemudian hari, menurut American Cancer Society.

KANKER PARU DAN KANKER LAINNYA
Kanker paru2 sudah lama dikaitkan dg bahaya rokok, yang juga dapat menyebabkan terhadap kanker lain seperti dari mulut, kotak suara atau laring, tenggorokan dan kerongkongan. Merokok juga dikaitkan dengan kanker ginjal, kandung kemih, perut pankreas, leher rahim dan kanker darah (leukemia).
 
DIABETES
Merokok meningkatkan resiko terjadinya diabetes, menurut Cleveland Clinic. Rokok juga bisa naik menyebabkan komplikasi dari diabetes, seperti penyakit mata, penyakit jantung, stroke, penyakit pembuluh darah, penyakit ginjal dan masalah kaki.

I
MPOTENSI
Rokok merupakan faktor resiko utama untuk penyakit pembuluh darah perifer, yang mempersempit pembuluh darah yang membawa darah ke seluruh bagian tubuh. Pembuluh darah ke penis kemungkinan juga akan terpengaruh karena merupakan pembuluh darah yg kecil & dapat mengakibatkan disfungsi ereksi/impoten.

MENIMBULKAN KEBUTAAN
Seorang yang merokok menimbulkan meningkatnya resiko degenerasi makula yaitu penyebab kebutaan yang dialami orang tua. Dalam studi yg diterbitkan dalam 'Archives of Ophthalmology' pada tahun 2007 menemukan yaitu orang merokok empat kali lebih mungkin dibanding orang yang bukan perokok untuk mengembangkan degenerasi makula, yg merusak makula, pusat retina, dan menghancurkan penglihatan sentral tajam.

PENYAKIT MULUT
Penyakit mulut yang disebabkan oleh rokok antara lain kanker mulut, kanker leher, penyakit gigi, penyakit pada gigi dan nafas.

GANGGUAN JANIN
Merokok berakibat buruk terhadap kesehatan reproduksi dan janin dalam kandungan dan kehamilan, termasuk kemandulan, keguguran, kematian janin, bayi lahir berberat badan rendah, dan sindrom kematian mendadak bayi.

GANGGUAN PERNAFASAN
Merokok meningkatkan risiko kematian karena penyakit paru kronis hingga sepuluh kali lipat. Sekitar 90% kematian karena penyakit paru kronis disebabkan oleh merokok.
Sebagai generasi muda bangsa yang dituntut lebih aktif dan berperan dalam negara, baiknya kita bisa memahami dan ikut mengkampanyekan 'no smoking' bukan hanya dihari kampanye 31 Mei, akan tetapi setiap hari dan setiap saat.
Mirisnya, saat ini Rokok sudah dikonsumsi oleh anak-anak dibawah umur dan sudah menjadi sebuah 'keharusan' dalam artian mereka sudah candu terhadap rokok tersebut. Mereka seakan terbebaskan oleh sebatang rokok yang mereka isap.



Cara Berhenti Merokok
Jika saja anda adalah salah satu orang yang merokok aktif, cobalah untuk berhenti merokok dengan melakukan cara sebagai berikut. Hal penting yang harus dilakukan dalam berhenti merokok adalah NIAT yang sungguh-sungguh.
  1. Niat yang sungguh-sungguh untuk berhenti merokok.
  2. Belajar membenci rokok
  3. Bergaul lah dengan orang yang tidak merokok
  4. Sering-sering pergi ke tempat yang ruangannya ber-AC
  5. Pindahkan semua barang-barang yang berhubungan dengan rokok.
  6. Jika ingin merokok, tundalah 10 menit lagi.
  7. Beritau teman dan orang terdekat kalau kita ingin berhenti merokok.
  8. Kurangi jumplah merokok sedikit demi sedikit.
  9. Hilangkan kebiasaan Bengong atau menunggu.
  10. Sering-seringlah pergi ke rumah sakit, agar tau pentingnya kesehatan.
  11. Cari pengganti rokok, misalnya permen atau gula.
  12. Coba dan coba lagi jika masih gagal.
Semoga informasi tentang Bahaya Merokok atau Bahaya Rokok diatas bisa memeberikan kita pencerahan dan pemahaman yang lebih baik tentang dampak bahaya rokok.