Minggu, 01 Juni 2014

RISAU, GUNDAH, DAN SAKIT DAPAT MENGGUGURKAN DOSA


Suatu hari seorang pemuda menemui Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam dengan wajah gelisah dan begitu risau. Pemuda itu bertanya kepada Rosululloh : "Ya Rosululloh, betulkah segala perbuatan kita yang baik maupun buruk akan dibalas oleh Alloh Subhaanahu Wa Ta’ala?"

Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam tersenyum teduh & menjawab :
“Tentu saja, janji Alloh itu pasti. Tiada yang lebih pasti dari pada janji-Nya...”
“Barangsiapa mengerjakan kebaikan sekecil apa pun, niscaya dia akan mendapat balasannya & barangsiapa yg mengerjakan kejahatan sekecil apa pun, niscaya dia akan melihat balasannya pula.” [QS. Al Zalzalah:7-8]

Melihat wajah pemuda yang semakin risau itu, Rosul pun bertanya:
“Wahai pemuda, apakah gerangan yang membuatmu begitu risau? Dan mengapa kamu bertanya demikian?"

Pemuda itu pun menjawab dgn suara pelan : '’Wahai Rosululloh, aku merisaukan perbuatan-perbuatan dosaku, yang aku pun tak sanggup menghitungnya. Sungguh berbuat dosa itu bisa sangat tak terasa. Aku khawatir akan balasannya di dunia maupun di akhirat kelak."

Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam kembali menatap pemuda tersebut dengan pandangan yang teduh & senyum yang menentramkan hati, kemudian balik bertanya. “Wahai pemuda, apakah kamu pernah sakit? Pernah dikhianati? Pernah tak enak hati? Pernah gundah tanpa sebab yang pasti? Pernah mendapat masalah yang besar?”
Mendengar rangkaian pertanyaan itu, pemuda tersebut mengangguk, "Tentu saja pernah ya Rosululloh..."

Rosululloh semakin melembutkan suaranya : “Sesungguhnya sakitmu, perasaan tak enak hatimu, kegundahan tanpa sebabmu, juga masalah-masalah besarmu itu, Allah hadirkan ke dalam kehidupanmu untuk menggugurkan setiap dosa yg kau khawatirkan."

Mendengar kata-kata Rosululloh itu, pemuda tersebut berurai air mata karena sangat bersyukur. Bersyukur karena baru menyadari bahwa segala hal yg dianggapnya musibah dalam hidup, ternyata adalah karunia yg dihadirkan Alloh untuk menggugurkan dosa-dosanya. 

SEKILAS MENGENAL WISATA DI KABUPATEN KERINCI

Danau Kerinci


Potensi alam dan di bumi Kerinci yang meliputi Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci sebagian besar berada dalam bagian Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) yang merupakan aset nasional dan internasional yang memiliki nilai sangat strategis untuk keberlangsungan pelestarian keanekaragaman hayati serta dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Didalam kawasan di alam Kerinci yang termasuk dalam bagian Taman Nasional Kerinci Seblat (H. Murasman, MM  dan Prof. Dr. Asafri Jaya Bakri, MA) terdapat berbagai jenis flora dan fauna langka yang dilindungi,misalnya Badak Sumatera, Kambing hutan, Harimau Sumatera, Gajah Sumatera, Bunga Bangkai, Bunga Raflesia, kawasan ini memiliki bentang alam yang bergunung gunung dengan curah hujan yang tinggi menjadikan daerah ini sebagai daerah tangkapan air yang sangat penting bagi dataran rendah di 4 (empat) propinsi di Sumatera yang meliputi propinsi Jambi,Propinsi Sumatera Barat,Propinsi Sumatera Selatan dan Propinsi Bengkulu, paling sedikit lebih 12 juta lahan pertanian produktif yang berada di empat propinsi ini sumber airnya sangat bergantung pada kelestarian hutan di kawasan ini.

Kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat ini sebelumnya berstatus  dan berfungsi sebagai hutan lindung, cagar alam, suaka margasatwa dan hutan negara, sampai  tahun 1926  sebagian kawasan hutan  ini  telah  didaftar sebagai hutan lindung, dan pada tanggal 14 Oktober 1982, bertepatan dengan kongres Taman Nasional se dunia  ke III di Denpasar Bali, Menteri Pertanian Republik Indonesia melalui Surat Pernyataan Nomor: 736/Mentan/X/1982 menetapkan kawasan ini dengan total luas keselurahan 1.484.650 hektar sebagai salah satu kawasan Taman Nasional.

Setelah di kelola secara intensif dengan sistem pengelolaan Taman Nasional sejak tahun 1984, baru pada tahun 1996 Menteri Kehutanan Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No 192/Kpts-II/1996  menetapkan kawasan ini sebagai Taman Nasional dengan luas 1.386.000 hektar dan pada tanggal 19 Oktober 1999 status TNKS dikukuhkan kembali melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan Nomor: 901/Kpts-II/199  dengan total luas areal kawasan TNKS menjadi 1.375.349.867 hektar, dan secara geografiis hutan TNKS ini berada dalam wilayah 4 Propinsi dengan wilayah hutan TNKS terluas  berada di wilayah  Propinsi Jambi.

Sebagian besar  kawasan merupakan rangkaian gunung api yang masih aktif maupun yang tidak aktif dengan beberapa puncak diatas  2.500 Mdpl. Puncak tertinggi adalah Gunung Kerinci (3.805 Mdpl) yang juga merupakan titik tertinggi di Pulau Sumatera.

Penulis  untuk berapa periode melakukan kunjungan ke berbagai objek wisata alam yang berada di dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat, kunjungan meliputi kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat yang berada di Kabupaten Kerinci, Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Merangin, dikawasan yang termasuk Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS)   maupun yang berada di luar zona kawasan TNKS terdapat ratusan potensi wisata alam termasuk  keanekaragaman flora dan fauna langka dan berbagai situs situs prasejarah.potensi yang berada di kawasan TNKS  yang berada di Kabupaten Kerinci, Kota Sungai  Penuh ,dan Kabupaten Merangin antara lain adalah:


Gunung Kerinci

Gunung Kerinci

Gunung Kerinci


Gunung Kerinci  merupakan gunung berapi aktif tertinggi di Indonesia, tingginya mencapai 3.805 mdpl, cekungan kawahnya  dari sisi ke sisi berukuran  600  x 100  meter dengan daerah  lava aktif  yang berwarna hijau kekuning kuningan seluas 120 x 100 meter. Suhu udara di daerah puncak berkisar antara 5 Derajat - 10 Derajat  Celcius, bahkan kadang kadang dapat mencapai di bawah 0 Derajat Celcius.


Air Terjun Telun Berasap


Danau Gunung Tujuh

Danau Gunung Tujuh

Danau Gunung Tujuh  adalah Danau Vulkanik yang terbentuk akibat kegiatan gunung berapi    dimasa lampau. Danau ini berada pada ketinggian 1.960 mdpl  berukuran  panjang 4,5 Km dan  lebar 3 Km yang  dikelilingi oleh 7 buah gunung dengan puncak ketinggian gunung tersebut   2.732 mdpl.
Danau Gunung Tujuh

Kondisi bentang alam dan keunikan danau yang sangat indah ini digunakan sebagai nama danau dan kelompok hutan ini. Kawasan Danau Gunung Tujuh  ini merupakan salah satu sentra sumber keanekaragaman hayati TNKS yang menyimpan dan tempat berlindung berbagai jenis tumbuhan dan satwa liar serta memiliki fenomena alam nan aduhai indahnya, dan oleh para ilmuawan/peneliti  dalam  dan luar negeri  kawasan ini merupakan  surga bagi  para peneliti yang melakukan  penelitian flora, fauna dan kawasan ini sangat cocok dijadikan sebagai laboratorium  alam dan menjadi salah satu pusat kunjungan wisata terdepan untuk abad  mendatang, didalam kawasan wisata danau gunung tujuh ini juga terdapat air terjun disamping keberadaan danau itu sendiri.

Blok Gunung Belerang dan Gunung Raya
Dikawasan ini terdapat beberapa objek wisata alam yang  terbentang dari sekitar bukit Tapan, Gunung Raya, Gunung Belerang, Air Terjun Pancuran Rayo, Air terjun Pancuran Gading, Danau Duo, Danau Nyalo dan  berbagaia objek wisata lainnya, para  pengunjung juga dapat menikmati  panorama  alam Bukit Tapan dan  pengunjung  juga  dapat  menikmati keheningan alam di  Air  terjun Pancuran Rayo, Air terjun pancuran gading.

Gunung Belerang
Dikawasan Hutan Taman Nasional Kerinci Seblat juga terdapat Gunung Belerang, kawasan ini  terdapat  Grao  Sikai, Air Terjun Batang Lolo dan hutan salak, dipuncak Gunung Kunyit terdapat Lembah Taman Dewa dan menyaksikan Belerang Gunung Kunyit. Dikawasan ini pengunjung dapat menyaksikan panorama  Sunset atau Sunrise diatas hijaunya hutan belantara yang luas  menghampar kearah Propinsi Bengkulu  pemandangan alam nan elok rupawan dan kilauan air  telaga Dewa merupakan pemandangan alam yang sungguh aduhai eloknya, untuk mengunjungi kawasan ini hanya dapat ditempuh dengan cara berjalan kaki  selama 7 jam menuju kearah  puncaknya  melalui Desa Talang Kemuning  Kecamatan Gunung Raya. Di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) yang berada pada wilayah Kerinci terdapat sebuah rawa rawa  seluas  lebih  150 hektar yang dikenal dengan Rawa Ladeh Panjang, lahan rawa yang basah ini memiliki ke unikkan dan merupakan kawasan rawa gambut tertinggi di Pulau Sumatera, karena terletak di daerah pegunungan (1.950 mdpl) lokasi rawa ini merupakan habitat berbagai jenis  satwa liar. Dalam   perjalanan menuju  rawa ini terdapat lokasi belerang yang sudah tidak aktif.

Wisata Alam Gunung Raya
Di kawasan Kecamatan Gunung Raya juga terdapat sebuah Gunung yang memiliki hutan belantara yang Masih rimbun dan panorama alam serta tanaman Cassiavera, kopi dan berbagai macam pepohonan yang Langka, didaerah ini (H. Rotani Yutaka, SH) terdapat beberapa lokasi air terjun, dan dari kawasan ini pengunjung dapat menerus kan perjalanan menuju kawasan  Renah  Kemumu  daerah  Serampas Kabupaten Merangin, (dulu bagian dari Kerinci Rendah) yang memiliki  daerah semburan air panas  (Gao) yang mencapai   semburannya mencapai 15 meter,  semburan air panas ini  mengalir ke sungai sungai yang  membentuk  sungai air panas yang unik dan  terpanjang di dunia, untuk  menuju kawasan ini hanya  dapat berjalan kaki dari desa Lempur Kecamatan Gunung Raya Kabupaten Kerinci  kearah tenggara menuju wilayah admnistrasi Kabupaten Merangin atau melewati desa Tanjung Kasri ke desa Renah Kemumu Kecamatan Kabupaten Merangin.

Danau Kaco

Kedua masyarakat di daerah ini memiliki hubungan emosional dan kekeluargaan yang erat, masyarakat  Renah  Kemumu  pada  dasarnya  sejak masa  lampau  memiliki akar rumpun budaya dan hubungan kekeluargaan yang kental, meski secara geografis dipisahkan sistim pemerintah Kabupaten Merangin, namun secara budaya dan hubungan emosional masyarakat di kawasan ini merupakan  masyarakat yang memiliki akar rumpun yang sama.  

Didalam  kawasan ini masih banyak terdapat flora dan fauna langka dan dimasa perjuangan kawasan ini termasuk daerah gerilya bagi para pejuang yang dipimpin  Panglima Perang alam Kerinci Depati Parbo,dkk. dikawasan  Gunung Raya  hingga daerah Renah Kemumu serampas Kabupaten Merangin masih memiliki hutan Primer yang masih lebat.

Danau Lingkat
Potensi wisata  di bumi alam Kerinci (Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci) tidak hanya berada di dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat, akan tetapi tersebar hampir diseluruh kawasan dusun dan disetiap Kecamatan dalam wilayah alam Kerinci. 

Potensi wisata alam yang tidak kalah menarik itu antara lain air terjun Telun Berasap, Pemandangan hamparan Kebun Teh terluas di Indonesia, Gunung Kerinci yang gagah perkasa menjulang tinggi melampai awan, sumber panas bumi dan pemandian air panas semurup, Sungai Medang dan Sungai Abu, Puncak Bukit Kayangan yang mempesona, Danau Kerinci yang berombak ombak dan mengharu biru dengan Panorama  sunset  disenja hari, mata air yang tak kunjung kering yang disebut sumur pulai, dan arung jeram  Batang Merangin yang berhulu di Danau Kerinci dan di dunia ini hanya alam Kerinci yang memiliki  flora/tanaman langka, yakni kayu pacat (Harpulia) pohon kayu yang memiliki warna menarik dan  di alam Kerinci juga terdapat jenis tanaman  yang basah namun mudah terbakar yakni dikenal dengan nama kayu Sigi  dan Vinus Strain Kerinci.

Walikota Sungai Penuh  Prof. DR. H. Asyafri Jaya Bakri, MA mengemukakan, Kota Sungai Penuh yang memiliki luas keseluruhan 39.150 hektar meliputi luas TNKS seluas 23.177,6 Hektar (59,2 %) dan lahan hunian/lahan budi daya seluas 15.972,4 hektar (40,8%)data terakhir jumlah penduduk yang mendiami Kota Sungai Penuh sebanyak 87.805 Jiwa, dan pada siang hari jumlah penduduk Kota Sungai Penuh bertambah lebih dari 2 kali lipat dari total jumlah penduduk Kota Sungai Penuh.

Kantor Walikota Sungai Penuh
Pertambahan ini antara lain disebabkan tingkat mobilisasi warga Kabupaten Kerinci yang tinggi  ke Kota Sungai Penuh yang dipengaurhi karena faktor hingga tahun 2012  Pusat Pemerintahan Kabuaten Kerinci masih terpusat di Sungai Penuh, kegiatan ekonnomi, perdagangan dan jasa serta Lembaga Pendidikan Tinggi masih dimanfaatkan oleh Penduduk Kabupaten Kerinci, demikian juga dengan masyarakat Kabupaten Kerinci bagian Hilir secara ekonomi dan perdagangan masih memanfaatkan fasilitas ekonomi dan perdagangan yang adadi Kota Sungai Penuh.

Kota Sungai Penuh

Walau Kota Sungai Penuh hanya memiliki total luas wilayah hanya 39.150 Hektar, namun kota yang berada di dataran paling tinggi pulau Sumatera itu memiliki beragam potensi pariwisata, seni dan kebudayaan, dan sebagian besar memiliki banyak kesamaan dengan Kebudayaan dan Pariwisata di Kabupaten Kerinci, hal ini dimungkinkan karena masyarakat dari kedua daerah otonom itu memiliki sejarah dan akar kebudayaan temasuk adat yang sama.

Kota Sungai Penuh saat ini telah memiliki sarana dan prasarana penunjang pariwisata yang cukup lengkap dan refresentatif,dintaranya Kota Sungai Penuh telah memiliki  sarana perhotelan, sarana transportasi, Lembaga Perbankan, Money Changer, Restaurant, Pujasera, Tour Guide Service dan agen perjalanan wisata.

Kota Sungai Penuh (Prof. DR. H. Asyafri Jaya Bakri, MA) memiliki pesona alam yang aduhai, dikawasan ini terdapat potensi pariwisata alam antara lain objek wisata alam Bukit Kayangan, Bukit Semancik, kawasan wisata alam Bukit Tiung Mirak (Bukit Sentiong) Taman Bukit Tapan, Taman Bunga Puti Senang, sedangkan wisata kebudayaan antara lain pengunjung dapat menyaksikan tari tradisional berupa Tari Rangguk, Kesenian Seruling Bambu, Sike Rebana, Prosesi Kenduri Adat (Kenduri Sko). Objek wisata sejarah lainnya antara lain bangunan Masjid Kuno Pondok Tinggi, Masjid Raya Sungai Penuh, Batu Silindrik  dengan motif gong di daerah Kumun, Batu Sorban di Sungai Liuk, Batu Legenda Puti Senang, Tabuh Larangan di Sungai Penuh, di Pondok Tinggi dan di Rawang, Aksara Incung/Rencong yang tersebar di beberapa dusun dalam Kota Sungai Penuh, dan para pengunjung juga dapat menikmati panorama alam hutan Taman  Nasional Kerinci Seblat yang  menyimpan beraneka  ragam flora, fauna langka dan Plasma Nutfah di dalam kawasan TNKS di wilayah Kota Sungai Penuh.

Para Pengunjung dan wisatawan juga dapat menyaksikan panorama alam berupa perkebunan tradisional yang dilakukan petani Kota Sungai Penuh, pengunjung dapat menyaksikan pemandangan kebun Cassiavera, Kopi, Kentang dan sayur mayur dilokasi perladangan masyarakat hingga ke Puncak Bukit Kayangan yang dikenal dengan Kawasan Renah Kayu Embun (RKE) yang berada di atas puncak ketinggian Kota Sungai Penuh. Budhi VJ. Rio Temenggung dalam dalam VCD Dokumenter dan tulisannya tentang Keirnci menyebutkan ”Kerinci Negeri Seribu Pelangi”. Alam Kerinci merupakan miniaturnya sebagian kecil tanah dari surge. Daerah tertua yang ada di muka bumi ini memiliki pesona alam, dan memiliki ribuan artefak benda budaya  hasil  kebudayaan  masa lampau dan telah memiliki kebudayaan yang berusia sangat  tua, lebih tua dari suku bangsa “Inca” di Amerika.

Tidak salah jika seorang Pujangga alam Kerinci kelahiran dusun Sungai Penuh - Ghazali Burhan Riodja dalam Puisinya menuliskan ”Kerinci, Sekepal tanah dari surga, sebuah anugerah untuk dunia…..”

Penulis : Budhi VJ. Rio Temenggung 
Gambar : Actora Yandra (sumber internet)

SIFAT WUDHU’ NABI MUHAMMAD SHOLLALLOHU 'ALAIHI WASALLAM



sifat wudhu nabi shalallahu 'alaihi wasalam  

Secara syri’at wudhu’ ialah menggunakan air yang suci untuk mencuci anggota-anggota tertentu yang sudah diterangkan dan disyari’at kan Alloh subhanahu wata’ala. Alloh memerintahkan:

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak melakukan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan, kedua mata-kaki (Al-Maaidah:6).


Alloh tidak akan menerima shalat seseorang sebelum ia berwudhu’ (HSR. Bukhari di Fathul Baari, I/206; Muslim, no.255 dan imam lainnya).


Rasululloh juga mengatakan bahwa wudhu’ merupakan kunci diterimanya shalat. (HSR. Abu Dawud, no. 60).


Utsman bin Affan ra berkata: “Barangsiapa berwudhu’ seperti yang dicontohkan Rasululloh Shollallohu ‘alaihi wa Sallam, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu, dan perjalanannya menuju masjid dan shalatnya sebagai tambahan pahala baginya” (HSR. Muslim, I/142, lihat Syarah Muslim, III/13).


Rasululloh Shollallohu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa menyempurnakan wudhu’nya, kemudian ia pergi mengerjakan shalat wajib bersama orang-orang dengan berjama’ah atau di masjid (berjama’ah), niscaya Alloh mengampuni dosa-dosanya” (HSR. Muslim, I//44, lihat Mukhtashar Shahih Muslim, no. 132).


Maka wajiblah bagi segenap kaum muslimin untuk mencontoh  Rasululloh Shollallohu ‘alaihi wa Sallam dalam segala hal, lebih-lebih dalam berwudhu’. Al-Hujjah kali ini memaparkan secara ringkas tentang tatacara wudhu’  Rasululloh Shollallohu ‘alaihi wa Sallam melakukan wudhu’:


1. Memulai wudhu’ dengan niat.

Niat artinya menyengaja dengan kesungguhan hati untuk mengerjakan wudhu’ karena melaksanakan perintah Alloh subhanahu wata’ala dan mengikuti perintah  Rasululloh Shollallohu ‘alaihi wa Sallam.


Ibnu Taimiyah berkata: “Menurut kesepakatan para imam kaum muslimin, tempat niat itu di hati bukan lisan dalam semua masalah ibadah, baik bersuci, shalat, zakat, puasa, haji, memerdekakan budak, berjihad dan lainnya. Karena niat adalah kesengajaan dan kesungguhan dalam hati. (Majmu’atu ar-Rasaaili al-Kubra, I/243)


Rasululloh Shollallohu ‘alaihi wa Sallam menerangkan bahwa segala perbuatan tergantung kepada niatnya, dan seseorang akan mendapatkan balasan menurut apa yang diniatkannya… (HSR. Bukhari dalam Fathul Baary, 1:9; Muslim, 6:48).


2. Tasmiyah (membaca bismillah)

Beliau memerintahkan membaca bismillah saat memulai wudhu’. Beliau bersabda: Tidak sah/sempurna wudhu’ sesorang jika tidak menyebut nama Alloh, (yakni bismillah) (HR. Ibnu Majah, 339; Tirmidzi, 26; Abu Dawud, 101. Hadits ini Shahih, lihat Shahih Jami’u ash-Shaghir, no. 744).
 

Abu Bakar, Hasan Al-Bashri dan Ishak bin Raahawaih mewajibkan membaca bismillah saat berwudhu’. Pendapat ini diikuti pula oleh Imam Ahmad, Ibnu Qudamah serta imam-imam yang lain, dengan berpegang pada hadits dari Anas tentang perintah Rasululloh untuk membaca bismillah saat berwudhu’.  Rasululloh Shollallohu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Berwudhu’lah kalian dengan membaca bismillah!” (HSR. Bukhari, I: 236, Muslim, 8: 441 dan Nasa’i, no. 78)


Dengan ucapan  Rasululloh Shollallohu ‘alaihi wa Sallam: ”Berwudhu’lah kalian dengan membaca bismillah” maka wajiblah tasmiyah itu. Adapun bagi orang yang lupa hendaknya dia membaca bismillah ketika dia ingat. Wallohu a’lam.


3. Mencuci kedua telapak tangan

Bahwa  Rasululloh Shollallohu ‘alaihi wa Sallam mencuci kedua telapak tangan saat berwudhu’ sebanyak tiga kali.  Rasululloh Shollallohu ‘alaihi wa Sallam juga membolehkan mengambil air dari bejancdengan telapak tangan lalu mencuci kedua telapak tangan itu. Tetapi Rasulullah melarang bagi orang yang bangan tidur mencelupkan tangannya ke dalam bejana kecuali setelah mencucinya. (HR. Bukhari-Muslim)


4. Berkumur-kumur dan menghirup air ke hidung

Yaitu mengambil air sepenuh telapak tangan kanan lalu memasukkan air kedalam hidung dengan cara menghirupnya dengan sekali nafas sampai air itu masuk ke dalam hidung yang paling ujung, kemudian menyemburkannya dengan cara memencet hidung dengan tangan kiri. Beliau melakukan perbuatan ini dengan tiga kali cidukan air. (HR. Bukhari-Muslim. Abu Dawud no. 140)


Imam Nawawi berkata: “Dalam hadits ini ada penunjukkan yang jelas bagi pendapat yang shahih dan terpilih, yaitu bahwasanya berkumur dengan menghirup air ke hidung dari tiga cidukan dan setiap cidukan ia berkumur dan menghirup air ke hidung, adalah sunnah. (Syarah Muslim, 3/122).


Demikian pula  Rasululloh Shollallohu ‘alaihi wa Sallam menganjurkan untuk bersungguh-sungguh menghirup air ke hidung, kecuali dalam keadaan berpuasa, berdasarkan hadits Laqith bin Shabrah. (HR. Abu Dawud, no. 142; Tirmidzi, no. 38, Nasa’i )


5. Membasuh muka sambil menyela-nyela jenggot.

Yakni mengalirkan air keseluruh bagian muka. Batas muka itu adalah dari tumbuhnya rambut di kening sampai jenggot dan dagu, dan kedua pipi hingga pinggir telinga. Sedangkan Allah memerintahkan kita:Dan basuhlah muka-muka kamu.” (Al-Maidah: 6)
 

Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Humran bin Abaan, bahwa cara Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam membasuh mukanya saat wudhu’ sebanyak tiga kali”. (HR Bukhari, I/48), Fathul Bari, I/259. no.159 dan Muslim I/14)


Setalah  Rasululloh Shollallohu ‘alaihi wa Sallam membasuh mukanya beliau mengambil seciduk air lagi (di telapak tangan), kemudian dimasukkannya ke bawah dagunya, lalu ia menyela-nyela jenggotnya, dan beliau bersabda bahwa hal tersebut diperintahkan oleh Allah subhanahu wata’ala. (HR. Tirmidzi no.31, Abu Dawud, no. 145; Baihaqi, I/154 dan Hakim, I/149, Shahih Jaami’u ash-Shaghir no. 4572).


6. Membasuh kedua tangan sampai siku

Menyiram air pada tangan sampai membasahi kedua siku, Allah subhanahu wata’ala berfirman:Dan bashlah tangan-tanganmu sampai siku” (Al-Maaidah: 6)
 

Rasululloh Shollallohu ‘alaihi wa Sallammembasuh tangannya yang kanan sampai melewati sikunya, dilakukan tiga kali, dan yang kiri demikian pula, Rasululloh mengalirkan air dari sikunya (Bukhari-Muslim, HR. Daraquthni, I/15, Baihaqz, I/56)


Rasululloh Shollallohu ‘alaihi wa Sallam juga menyarankan agar melebihkan basuhan air dari batas wudhu’ pada wajah, tangan dan kaki agar kecemerlangan bagian-bagian itu lebih panjang dan cemerlang pada hari kiamat (HR. Muslim I/149)


7. Mengusap kepada, telinga dan sorban

Mengusap kepala, haruslah dibedakan dengan mengusap dahi atau sebagian kepala. Sebab Alloh subhanahu wata’ala memerintahkan:Dan usaplah kepala-kepala kalian…” (Al-Maidah: 6).


Rasululloh Shollallohu ‘alaihi wa Sallam mencontohkan tentang caranya mengusap kepala, yaitu dengan kedua telapak tangannya yang telah dibasahkan dengan air, lalu ia menjalankan kedua tangannya mulai dari bagian depan kepalanya ke belakangnya tengkuknya kemudian mengambalikan lagi ke depan kepalanya. (HSR. Bukhari, Muslim, no. 235 dan Tirmidzi no. 28 lih. Fathul Baari, I/251)


Setelah itu tanpa mengambil air baru Rasulullah langsung mengusap kedua telingannya. Dengan cara memasukkan jari telunjuk ke dalam telinga, kemudian ibu jari mengusap-usap kedua daun telinga. Karena Rasululloh bersabda: ”Dua telinga itu termasuk kepala.”(HSR. Tirmidzi, no. 37, Ibnu Majah, no. 442 dan 444, Abu Dawud no. 134 dan 135, Nasa’i no. 140)


Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Ahadits adh-Dha’ifah, no. 995 mengatakan: “Tidak terdapat di dalam sunnah (hadits-hadits Rasululloh Shollallohu ‘alaihi wa Sallam) yang mewajibkan mengambil air baru untuk mengusap dua telinga. Keduanya diusap dengan sisa air dari mengusap kepala berdasarkan hadits Rubayyi’: Bahwasanya Nabi Shollallohu ‘alaihi wa Sallam mengusap kepalanya dengan air sisa yang ada di tangannya. (HR. Abu Dawud dan lainnya dengan sanad hasan)
 

Dalam mengusap kepala  Rasululloh Shollallohu ‘alaihi wa Sallam melakukannya satu kali, bukan dua kali dan bukan tiga kali. Berkata Ali bin Abi Thalib Rodhiallohu 'anhu : “Aku melihat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam mengusap kepalanya satu kali. (lihat _Shahih Abu Dawud, no. 106). 

Kata Rubayyi' bin Muawwidz: “Aku pernah melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam berwudhu’, lalu ia mengusap kepalanya yaitu mengusap bagian depan dan belakang darinya, kedua pelipisnya, dan kedua telinganya satu kali.“ (HSR Tirmidzi, no. 34 dan Shahih Tirmidzi no. 31)


Rasululloh Shollallohu ‘alaihi wa Sallam juga mencontohkan bahwa bagi orang yang memakai sorban atau sepatu maka dibolehkan untuk tidak membukanya saat berwudhu’, cukup dengan menyapu diatasnya, (HSR. Bukhari dalam Fathul Baari I/266 dan selainnya) asal saja sorban dan sepatunya itu dipakai saat shalat, serta tidak bernajis.


Adapun peci/kopiah/songkok bukan termasuk sorban, sebagaimana dijelaskan oleh para Imam dan tidak boleh diusap diatasnya saat berwudhu’ seperti layaknya sorban. Alasannya karena:

  1. Peci/kopiah/songkok diluar kebiasaan dan juga tidak menutupi seluruh kepala.
  2. Tidak ada kesulitan bagi seseorang untuk melepaskannya.

Adapun Kerudung, jilbab bagi wanita, maka dibolehkan untuk mengusap diatasnya, karena ummu Salamah (salah satu isteri Nabi) pernah mengusap jilbabnya, hal ini disebutkan oleh Ibnu Mundzir. (Lihat al-Mughni, I/312 atau I/383-384).


8. Membasuh kedua kaki sampai kedua mata kaki

Alloh subhanahu wata’ala berfirman: ”Dan basuhlah kaki-kakimu hingga dua mata kaki” (Al-Maidah: 6)


Rasululloh Shollallohu ‘alaihi wa Sallam menyuruh umatnya agar berhati-hati dalam membasuh kaki, karena kaki yang tidak sempurna cara membasuhnya akan terkena ancaman neraka, sebagaimana beliau mengistilahkannya dengan tumit-tumit neraka. Beliau memerintahkan agar membasuh kaki sampai kena mata kaki bahkan beliau mencontohkan sampai membasahi betisnya. Beliau mendahulukan kaki kanan dibasuh hingga tiga kali kemudian kaki kiri juga demikian. Saat membasuh kaki Rasululloh menggosok-gosokan jari kelingkingnya pada sela-sela jari kaki. (HSR. Bukhari; Fathul Baari, I/232 dan Muslim, I/149, 3/128)


Imam Nawai di dalam Syarh Muslim berkata. “Maksud Imam Muslim berdalil dari hadits ini menunjukkan wajibnya membasuh kedua kaki, serta tidak cukup jika dengan cara mengusap saja.”


Sedangkan pendapat menyela-nyela jari kaki dengan jari kelingking tidak ada keterangan di dalam hadits. Ini hanyalah pendapat dari Imam Ghazali karena ia mengqiyaskannya dengan istinja’.


Rasululloh Shollallohu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “…barangsiapa diantara kalian yang sanggup, maka hendaklahnya ia memanjangkan kecermerlangan muka, dua tangan dan kakinya.” (HSR. Muslim, 1/149 atau Syarah Shahih Muslim no. 246)


9. Tertib

Semua tatacara wudhu’ tersebut dilakukan dengan tertib (berurutan) muwalat (menyegerakan dengan basuhan berikutnya) dan disunahkan tayaamun (mendahulukan yang kanan atas yang kiri) [Bukhari-Muslim]


Dalam penggunaan air hendaknya secukupnya dan tidak berlebihan, sebab Rasululoh pernah mengerjakan dengan sekali basuhan, dua kali basuhan atau tiga kali basuhan [Bukhari].


10. Berdoa

Yakni membaca do’a yang diajarkan Nabi Shollallohu ‘alaihi wa Salam: “Asyhadu an Laa ilaa ha illallooh, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abdulloohi wa rosuulahu. Alloohummaj ‘alni minattawwaabiina, waja’alni minal mutathohhiriin (HR. Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah)


Dan ada beberapa bacaan lain yang diriwayatkan dari  Rasululloh Shollallohu ‘alaihi wa Sallam.


Semoga tulisan ini menjadi risalah dalam berwudhu’ yang benar serta merupakan pedoman kita sehari-hari.


Maraji’:

  1. Sifat Wudhu’ Nabi Shollallohu ‘alaihi wa Salam, Syaikh Fadh asy Syuwaib.
  2. At-Tadzkirah, Syaikh Ali Hasan al-Halabi al-Atsari

Al-Hujjah Risalah No: 27 / Thn IV / 1422Hsumber : http://ummusalma.wordpress.com/2007/04/09/sifat-wudhu-nabi/